Presiden Iran ini menggegerkan dunia dengan pidato lugasnya di berbagai even nasional dan internasional. Baru-baru ini, pria brewok kurus itu berpidato keras dalam konferensi peninjauan ulang Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT) mengenai solusi mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir. Tentu saja, Ahmadinejad harus menanggung berbagai resikonya.
Seperti dugaan sebelumnya, sejumlah negara adidaya seperti AS, Inggris dan beberapa negara Barat lainnya walk out dari ruang sidang saat presiden Iran berpidato. Bukan hanya di luar negeri, Ahmadinejad pun dikecam kaum terdidik mapan Iran sebagai tidak becus berdiplomasi. Bahkan, dengan sinis mereka berkata, “Lelaki ini bikin malu kami saja, in mard abero ma ra mibare.” Beberapa bulan lalu, saat memasuki kantor Dekan fakultas ekonomi sebuah universitas negeri paling bergengsi di Iran, yang terletak dua ratus meter dari kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia, saya mendengar obrolan lirih bernada sinis, “Pemerintah tidak becus mengurusi ekonomi negara ini, daulate ma namitune iqtishade kesvar ra idareh kune.” Di perguruan tinggi inilah para ekonom Iran jebolan universitas Barat berdiskusi dan mencetak para ekonom dalam negeri. Continue reading





Setelah sebelumnya menjajajal